
Tahun 2008 direktorat pendidikan tinggi (Dikti) depdiknas memberikan beasiswa kepada 1700 lebih dosen untuk melanjutkan kuliah s2 dan S3 di luar negeri. Permasalahan yang sekarang timbul adalah lambat dan berbelitnya proses pencairan beasiswa. Sampai bulan Maret ini beasiswa untuk bulan Januari dan Februari belum cair juga, sementara biaya hidup tetap dikeluarkan, sewa tempat tinggal terus ditagih. Dibeberapa universitas proses pencairan berbelit sedangkan ditempat lain sangat ribet, harus memasukkan berkas ini itu dengan materai segala. Cari dimana materai di luar negeri?
Solusi bagi penerima sekarang adalah mengibarkan bendera SOS: save our scholarship. Minta bantuan transfer lagi dari orangtua di tanah air. Beasiswa Dikti sudah berganti beasiswa ADB, Ayah Dan Bunda. Atau puasa sepanjang hari untuk menghemat pengeluaran.
Memang harus banyak puasa jika dapat beasiswa dikti. Harus sabar…
wah gimana mau konsen untuk menimba ilmu kalau masih perang dengan urusan “sumatra tengah” alias masih mamikian baa kacaronyo manggasak lambuang hari koha