Minggu ini ada berita mengembirakan, peringkat webometrics unand per Januari 2011 Unand berada pada ranking 8 Indonesia dan 1015 Dunia. Itu adalah capaian yang luar biasa mengingat peringkat webometric unand per Januari 2010 tidak berada di 40 besar universitas di Indonesia. Saya pelototi posting blog ini, dan tidak menemukan unversitas andalas disana.
Sejak diumumkan berita baik ini (2 february 2011) oleh ketua tim webometrics, mengalirlah ucapan selamat dan terimakasih dari para civitas akademika di milis dan facebook. Di blog lain juga ada appresiasi untuk capaian tersebut. Tapi beberapa hari kemudian ada muncul pertanyaan tentang metoda yang dipakai tim webometrics untuk menggenjot peringkat tersebut.
Posting saya ini menyorot satu aspek dari penilaian webometrics, penilaian rich file.
Apa itu webometrics?
Webometrics menilai peringkat universitas berdasarkan empat parameter.
Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiap institusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.
Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.
Rich Files (R): Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas
Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.
Bagaimana menggemukkan jumlah rich files? (an unand way)
Dari defenisi rich files di atas terlihat bahwa yang dihitung adalah berapa volume, jumlah file pdf, ps, doc, ppt yang ada dalam situs universitas. Semakin banyak jumlah file yang ada dalam situs universitas proporsi R pada webometrics akan bertambah sehingga rating bertambah tinggi.
Disebuah kursus software dua minggu lalu instruktur saya berkata dengan enteng sambil menunjuk laptopnya, “this is an idiot machine”. Software pada dasarnya kumpulan perintah-perintah yang menunggu input dari pengguna. Jika inputnya salah, bisa tidak dikenalii oleh perintah di software, dan dia tidak akan berjalan. Saya ingat lagi analogy gigo: garbage in garbage out. Apa hubungannya dengan webometrics? Sederhana, kategori rich files ini ditujukan untuk memperlihatkan relevansi dengan akademis dan publikasi yang ada di universitas. Tapi bagaimana suatu software akan membedakan sebuah file pdf, apakah pdf tersebut sebuah file publikasi atau bukan?
Software tidak bisa membedakan (setahu saya) sehingga salah satu cara untuk menggemukkan rich file di sebuah website adalah dengan menaruh sebanyak-banyaknya file pdf di website tersebut. Dan itu yang dilakukan unand.
Saya mencoba mengetahui berapa jumlah volume rich file yang ada di website unand. Saya tertarik dengan jumlah file pdf. Dengan google saya mengetikkan site:unand.ac.id filetype:pdf, jumlah result sebanyak 41,600 files. Dengan subdomain yang tercantum www.unand.ac.id/docs/, repository.unand.ac.id, dan www.unand.ac.id/arsipua.
Karena pdf berhubungan dengan publikasi dan akademik saya mencoba membuka repository uannd. Jumlah file pdf berdasarkan pencarian google adalah 3500 entry. Sepanjang minggu ini saya buka tetapi servernya selalu mati. Saya ingin tahu apakah jika saya seorang mahasiswa bisa mendapatkan publikasi disana?
Kalau di repository hanya 3500, dimana file pdf yang lain? Saya coba cari di arsipua (filetype:pdf site:unand.ac.id/arsipua), dan hasil pencariannya adalah 30,900. Fantastis! Hampir 75% file pdf unand ada di folder ini. Apa isi dari folder arsip ini?
Isinya ternyata data mahasiswa. Satu data mahasiswa per satu file pdf. Tidak heran jumlah file pdf di folder ini begitu banyak. Saya check halaman per halaman hasil pencarian google, mungkin hampir semua file pdf di unand.ac.id/arsipua ini adalah data mahasiswa. Tidak heran peringkat unand bisa naik karena system webometrics tidak bisa membedakan 30,900 pdf data mahasiswa dengan 30,900 publikasi
Apakah satu file pdf seperti file data mahasiswa tersebut bermanfaat? Satu mahasiswa satu file pdf tidak akan memberikan manfaat. Jika dikelompokkan menjadi daftar per jurusan, angkatan akan jauh lebih banyak. Dibuat dalam bentuk database akan jauh lebih bermanfaat. Tapi database tidak dihitung oleh webometrics, yang dihitung adalah file pdf sehingga yang dilakukan sepertinya adalah sebaliknya merubah database menjadi file pdf, single record for single pdf file.
Saya jadi bimbang apakah saya turut bangga atau prihatin dengan peringkat webometric unand tersebut? Mengingat dengan memakai data file pdf “akal-akalan” tersebut. Hampir 75% file pdf adalah file yang hampir tidak bermanfaat.
Tim webometrics pada awalnya adalah sebuah tim ad-hoc, dengan dibekali anggaran yang saya tidak tahu berapa, tentunya dibekali juga dengan target. Nuansa politis universitas terasa kental dengan keberadaan tim webometrics ini. Webometrics akan menjadi sebuah unit permanen?
Di sisi lain ada pertanyaan mendasar, apa manfaat peringkat webometric tersebut? “apa kita akan dapat medali?”, Tanya seorang rekan. Apa yang bisa didapatkan mahasiswa? Semakin banyak file seharusnya semakin banyak publikasi yang bisa diakses mahasiswa, tapi dengan data sampah di atas kondisinya tidak jauh beda dengan kondisi tahun lalu. Kecuali mungkin tambahan file publikasi di repository yang belum saya bisa akses waktu membuat tulisan ini.
Survey yang dilakukan grup ‘universitas andalas (unand)’ terhadap 100 responden mahasiswa pada Agustus tahun 2010 boleh memperlihatkan salah satu sisi penggunaan IT di unand; kurangnya pengetahuan (awareness) dan akses mahasiswa ke fitur-fitur yang ada di website unand. Hasil survey tersebut bisa diunduh disini.



Yah memang sangat disayangkan apabila content yang ada dalam website-website yang mengatasnamakan UNAND hanya berisi data-data tak berguna seperti yang Ujang Andaleh bahas.
Jujur saja, saya seorang mahasiswa UNAND, yang juga tidak terlalu paham dengan kancah dunia per-web-an, merasa ada yang aneh dengan peringkat webometric unand yang tiba-tiba langsung melonjak dalam waktu setahun. setahu saya, selama berkuliah di UNAND, saya tidak melihat ada perubahan yang berarti yang dapat meningkatkan peringkat Webometric UNAND sendiri.
Yah, apa mau dikata, nampaknya UNAND memang berusaha menjadi World Class University (in Ranking Only not Quality)
Apa2an ini????
Saya gak suka dengan tulisan ini, ini terlalu dangkal untuk mendeskreditkan Unand, ujang atau siapalah sadar gak sih dengan maksud memposting seperti ini? ujang keluarga Unand apa bukan??
bagi saya ujang hanyalah pecundang sekaligus pengkhianat. Atau mungkin ujang ini orang yang hanya sekedar mengaku2 sebagai bagian dari unand yang memakai nama unand.
Apakah ujang pikir Universitas lain telah mempublikasikan file yang benar2 file? Dan mengapa hanya mengkaji parameter rich file jika memang ingin sok membeberkan fakta?
bagaimana tanggapan pihak universitas lain jika membaca postingan ini?
Ini memalukan unand, jika ujang memang bagian dari unand atau mungkin alumni atau barangkali yang menumpang bekerja di unand seharusnya memiliki loyalitas dengan ikut senang akan peningkatan yang dicapai unand, bukan malah membeberkan keburukan Unand. Sebaiknya hapus saja deh jang ni postingan.
Ngebaca komentarnya, Nanda kayaknya paham bener kalo cara ini sebetulnya salah. Kalo emang semua kampus di Indonesia bikin cara yang sama atau hampir sama, ya biarin aja. Ngapain sampe harus nyuruh si Ujang ngapus tulisan ini? Kalo bukan sekarang, besok pasti ketahuan juga. Kalo bukan si Ujang, pasti ada Ujang-Ujang laen yang bakalan nulis.
Gue bilang sih, Ujang biar bagian dari Unand ape kagak, dia nulis yang ketemu di Google. Mau diumpetin juga … bakalan dapet lah.
Emangnya kampus lain enggak bakalan ‘ngeh’ sama yang ditulis Ujang dan yang dikerjain orang di Unand? Naif banget pikirannye.
Kalo takut dituduh ngebohong, ya jangan ngebohong, enteng aje kok!
Gue suka ama tulisan lo, Jang!
Nanda, saya mahasiswa. Saya di unand ini lebih lama dari nanda atau jurusan siskom yang mungkin baru satu atau dua tahun.
Saya mengerti kekesalan anda, saya menduga nanda termasuk di tim webometrik. Saya bangga dengan unand. Tapi diposting ini saya hanya bertanya patutkah bangga? Ibarat atlet yang juara tapi memakai doping.
Webometrics adalah rating untuk kondisi virtual, berdasarkan ukuran-ukuran di internet. Kondisi fisik? Coba lihat toilet di gedung kuliah bersama atau labor-labor yang yang masih terbengkalai pasca gempa. Meskipun webometric hanya rating virtual janganlah sampai rating unand dikadali untuk kelihatan mentereng.
Unand saat ini masih terkemuka dan bermatabat kok. Jangan sampai satu kelompok atau seseorang merusaknya hanya untuk kepentingan pribadi.
Nanda, anda lebih mengerti tentang webometrik. Kenapa tidak nanda tulis kiat untuk meningkatkan webometrik di blog anda? Biar kita semua bisa belajar.
Bukan, saya bukan tim webometric.. Saya hanya tidak setuju kalau ujang maksud Unand melakukan hal yang salah. Saya rasa tulisan Anda ini bahkan blog ujang ini yang salah, mengatasnamakan Unand tapi malah mejelekkan citra Unand. Saya juga tidak setuju kalau ujang sebut unand mempublikasikan data sampah. Dan mungkin dari awal blog ini dibat tujuan memang untuk ini, data tentang diri ujang pun adalah fiktif. Inilah yang bisa dikatakan data sampah.
Coba teliti lagi, parameter rich file yang dinilai adalah file dengan format pdf dan lain2. Saya rasa itu sudah benar, dan mengapa isinya data mahasiswa karena memang tidak diminta hasil penelitian atau karya ilmiah pada parameter itu. Jika menyangkut scholar, kita tahu Unand adalah PTN yang telah lama berdiri dan tertua di Sumatera, entah berapa jumlah sarjana yg telah dihasilkan Unand di usianya yang lebih dari setengah abad. Dan tentu setiap mahasiswa Unand pernah melakukan penelitian dan tulisan ilmiah yang entah berapa jumlahnya. Kalau Saya taksir jumlahnya lebih dari satu juta….
Yang harus setiap civitas akademika pertanyakan adalah kapan kita akan membangun citra Unand ini??? atau ujang dengan pikiran kolotnya lebih senang Unand berada diperingkat bawah??
Jangan mengeruhkan mata air, karena itu akan sangat berdosa.
Alangkah baiknya dihapus saja blog ini, buat blog baru dengan tidak mengatasnamakan unand, terserah kamu mau posting apa.
Jika ingin terus mempertahankan, maka postinglah yang bermanfaat untuk menegakkan citra Unand.
Karena sangat memalukan civitas akademika Unand (jika kamu tidak bohong dan memang benar mahasiswa unand)malah mencoba membeberkan keburukan kampus sendiri. Ada benarnya kalau tulisannya benar, tapi tulisan di blog ini salah besar!!!
Tidak tahu, tapi malah sok menegakkan kebenaran, yang mana yang benar pun tidak tahu.
Heheheh, kok indak ado nan salah di webo itu…manga pulo kebakaran jangguik jo web iko
Pabiar se lah si Ujang bakreativitas…seniman sarupo iko jarang ado di Unand. Nan banyak peneliti yang menghalalkan sagalo caro.
Pisssss ah
Nanda : saya rasa Nanda telah keluar dari konteks yang dipaparkan Uda Ujang..
kalau nanda mau membantah tulisan Ujang mohon dilampirkan bukti-bukti dan rujukan sebagai tameng atas pernyataan yang telah di tulis disini. Kalau tidak anda akan ditertawakan orang atas pernyataaan sendiri.
dari mana anda tau publikasi ilmiah Unand bisa lebih dari satu juta..berpikir dulu sebelum menulis..unand berdiri tahun 1946, berarti sudah hampir 65 tahun, anggap setiap tahun Unand menerima mahasiswa sebanyak 5000 orang..berarti 65 kali 5000 baru terkumpul 325 ribu mahasiswa dan alumni sampai sekarang.. mUstahil bisa mengeluarkan 3 jurnal permahasiwa jika melihat sebagian mahasiswa Unand sekarang.
saya juga alumni Unand, dan tidak terlalu bangga dengan peringkat Unand yang masuk 10 besar Indonesia. Webometrik hanya web yang memberikan peringkat berdsarkan seperti yang uda Ujang tulis diatas. Tidak memberikan keuntungan apa2 juga kalau Unand naik peringkat, bahkan ke peringkat nomor 1 oun di Indonesia, coba anda cek web2 Univ lain, maka anda akan tau bagaimana tertinggalnya Unand di banding Univ lain. Anda tau anak2 ITB, UI, IPB, UGM, ITS dan Undip dengan mudahnya pergi mempublikasikan atau persentasi di Eropa. Coba dulu mahasiswa Unand begitu, baru bisa masuk top ten Indonesia. Denganmudahnya dapat beasiswa ke luar negri, mereka begitu banyak yang sudah go Internasional. Coba dulu mahasiswa Unnad dan alumni Unand begitu, baru bisa masuk top ten di Indo.
salam.
Kenapa gak bisa lebih dari tiga? Dalam kuliah kami juga terkadang dosen meminta tugas besar dalam bentuk paper, tulisan ilmiah mengenai suatu permasalahan. Dan saya rasa tulisan itu mempunyai nilai, kalau dihitung-hitung selama masa perkuliahan seingat saya sudah lebih dari 5 kali menulis tulisan ilmiah terhadap suatu, contohnya saja sewaktu UAS salah satu mata kuliah saya kemarin kami diminta membuat suatu aplikasi perangkat lunak berikut laporannya yang formatnya saya pikir itu adalah tulisan ilmiah. Dan ini dijadikan pengganti UAS pada mata kuliah tersebut, jadi pada saat UAS kami hanya mengumpulkan laporan itu berikut softwarenya dan menandatangani absen ujian. Saya pikir ini pun baik untuk dipublikasikan pada file reporsitory unand. Jadi, menurut vanadam mengapa tidak mungkin mahasiswa Unand membuata 3 tulisan ilmiah, memangnya anak Unand itu bodoh apa?? orang yang aneh.
sebaiknya kamu paham dulu apa itu publikasi ilmiah ya. Percuma berdebat debat kalau dalam pepatah miang “debat kusir bendi” akhirnya.
Kalau kamu telah mengeluarkan banyaka publikasi ilmiah yang bisa dijadikan acuan, bentar lagi jadi professor dong..hehehe…selamat ciek lu.
Coba di googling publikasi yang telah kamu keluarkan di Google?..ketemu nggak?..kalau iya..mantap…!..kalau tidak?..
Hidup itu perlu bukti. Kalau kamu pintar, Buktikan.
saya tidak bilang anak Unand bodoh, kamu sendiri yang mengambil kesimpulan seperti itu.
satu lagi, sepertinya kamu perlu belajar sopan santu di dunia maya.
salam dari tepian lembah Sungai Ruhr.
Buat Nanda, baca ini dulu : http://en.wikipedia.org/wiki/Academic_publishing.
Enggak ngerti bahasa Inggris? Ini ada bahasa Indonesianya :
http://id.wikipedia.org/wiki/Publikasi_ilmiah.
Ada lagi istilah kertas kerja alias working paper, alias technical report buat anak-anak teknik.
Baca di sini http://en.wikipedia.org/wiki/Working_paper dan di sini http://en.wikipedia.org/wiki/Technical_report.
Kalo udah ngerti, baru ngomong soal publikasi ilmiah ya. Jangan asal ngotot doang.
satu lagi ya..yang menentukan bagus tidaknya sebuah Univ adalah akreditasi pada masing2 jurusan atau Fakultas, sebanyak mungkin hasil penelitian masuk jurnal internasional, bersaing buat ikut project penelitian internasional, kerjasama akademik dgn univ. luar negeri, sebanyak mungkin ngegaet riset dr DIKTI-LIPI-Bappenas, ngegaet riset dr lembaga internasional dsb. mampu nggak?
dan seluruh staf dan tenaga administrasi kudu mumpuni dulu berbahasa Inggris + memperbaiki mentalitas.
Saya jamin sebagian Mahasiswa yang duduk di pustaka di depan laptop sedang bermain facebook atau game Online atau Chatting…hehehe
@ Didit.
Ya saya tahu, sebelum menilai saya terlebih dahulu memastikan persepsi saya itu benar atau tidak, dan tolong kamu baca ini mengenai definisi publikasi ilmiah :
* Publikasi ilmiah adalah sistem publikasi yang dilakukan berdasarkan peer review dalam rangka untuk mencapai tingkat obyektivitas setinggi mungkin. “Sistem” ini, bervariasi tergantung bidang masing-masing, dan selalu berubah, meskipun seringkali secara perlahan. Sebagian besar karya akademis diterbitkan dalam jurnal ilmiah atau dalam bentuk buku. Dan,
Jurnal ilmiah merupakan salah satu jenis jurnal akademik di mana penulis mempublikasikan artikel ilmiah.
Dari definisi di atas jelas kalau publikasi ilmiah dapat diterbitkan dalam bentuk jurnal ilmiah, dan jurnal ilmiah merupakan jurnal yang memuat artikel, dan artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.
Dari sana tolong dipahami ya… Tugas yang diberikan dosen saya itu (contohnya) merupakan laporan yang merupakan tulisan hasil pembelajaran mengenai suatu latar belakang permasalahan dengan berdasarkan format penulisan jurnal ilmiah (di wikipedia itu tak memuat format penulisan jurnal ilmiah, kalau kamu tidak tahu dan ingin tahu cari di google). Dengan kata lain juga tugas itu merupakan artikel yang lengkap, lebih dari artikel yang biasa baca di koran.
Dan saya pun sering mencari referensi tugas, dan ketika mencari saya sering menemukan publikasi ilmiah dari universitas di P.Jawa yang menduduki peringkat Webo 5 besar, dan ternyata publikasi ilmiahnya (format pdf) hanya tulisan judul saja dengan isi kosong sama sekali dan terkadang hanaya berupa ringkasan atau abstrak yang gak jelas.
Komentar saya ini tidak lain sebagai himbauan agar Anda tidak hanya melihat kesalahan Unand, sebaliknya adalah apresiasi yang harus diberikan pada pencapaian yang sangat singkat ini. Dan saya percaya tim webometric Unand melakukan upaya yang tidak mudah untuk pencapaian, dan hal ini juga didukung oleh tim yang berkompetensi tentunya.
Dan perlu diingat, webometric merupakan salah satu bentuk kompetisi,dan tentu ada penilainya. Si penilainya tentulah yang sudah ahli dalam hal ini atau orang yang berkemampuan (yang menilai dan menggunakan search engine/SEO), karena webometric bukanlah lembaga sembarangan namun pemeringkatannya diakui oleh dunia. Dan saya pikir tentu lebih Ahli dari Si ujang.
Dan, saya tidak berniat untuk sombong atau berlaku arogan. Tapi hanya suatu ungkapan karena ketidaksukaan karena tempat saya menimba ilmu diberikan statement dangkal oleh orang.
Gitu ya? … LMAO
Kalo bener lo anak Unand, gue heran lo bisa lulus di Unand.
saya penasaran dengan si Nanda yang tetap NGOTOT dengan Pendapatnya.Sekali lagi..data yang di publikasikan Unand itu cuma data ga penting tentang Mahasiswa yang berjumlah hampir 25.000 data..
buat apa sih data itu?..ga bermanfaat sama sekali.
sekali lagi Webometrik itu ga karuan dalam pemeringkatan..
http://romisatriawahono.net/2007/09/26/teknik-perangkingan-universitas-ala-webometrics/
nah. kalau ini saya setuju..
http://romisatriawahono.net/2007/09/21/teknik-perangkingan-universitas-thes-qs/
yang paling penting itu
1. Kualitas Penelitian (Research Quality)
2. Kesiapan Kerja Lulusan (Graduate Employability)
3. Pandangan Internasional (International Outlook)
4. Kualitas Pengajaran (Teaching Quality)
Ha..ha…semakin rame diskusinya.
Sejauh yang saya periksa dari email dan url yang memberi komentar disini semuanya warga unand.
Ingat visi unand adalah menjadi universitas yang terkemuka DAN bermatabat. Saya bangga menjadi warga unand. Sekali lagi, ditulisan ini saya hanya mengajak kita berpikir apakah patut bangga dengan raihan peringkat tersebut, sementara diwebsite unand dijejali pdf tidak berguna oleh tim webometric.
Metoda yang saya pakai sangat mudah, googling. Orang lain juga bisa melakukan apa yang saya lakukan.
Mumpung komentar2 diatas juga membahas publikasi ilmiah saya ikut kasih komentar juga. Salah satu ciri tulisan ilmiah adalah bahasa yang dipakai bahasa baku, terstruktur baik, tidak menimbulkan beda persepsi, disampaikan dalam struktur penulisan yang runtun. Ciri terpenting juga bahwa tulisan ilmiah selalu ada justifikasi atau pembuktian terhadap apa yang ditulis, bisa dari data atau mengacu pada pengarang lain.
Tulisan saya di blog ini bukan dirancang untuk format ilmiah, tapi setidaknya saya mencoba menyampaikan seperti apa metoda saya, apa data dasar tulisan saya.
Yang menjadi perdebatan disini adalah apakah sebuah file pdf berisi nama, nomor, jurusan adalah data sampah (tidak berguna) atau bukan? Persepsi saya (dan vanadam) itu data tidak berguna.
@NANDA
semakin panjang komentar anda semakin saya tersenyum. Anda tidak kenal saya, tapi sudah bilang saya pecundang dan pengkhianat. Anda bilang tulisan saya salah besar, tapi anda tidak bisa membuktikannya dan menunjukkan mana yang benar. Anda bilang memalukan unand sementara dikomentar anda sendiri yang bilang bodoh.
Gini saja, biar tidak debat kusir, saya TANTANG anda buat tulisan sendiri di blog anda tentang apa yang kita diskusikan:
1. Apakah data yang ada nama, nomor, jurusan (printscreen di tulisan saya ini) adalah data yang berguna (tidak sampah)? Ingat, pengunjung web tidak hanya warga unand yang punya pemahaman (context) bahwa nomor tsb adalah no bp sehingga nama yang ada disana adalah nama mahasiswa.
2. Apa penjelasan, pemahaman anda tentang publikasi ilmiah. Beri contoh paragraph tugas anda yang anda bilang tulisan ilmiah. Kalau perlu upload file tersebut. Juga klaim 1 juta tulisan ilmiah tersebut. Untuk jumlah alumni, saran saya, cari-download-baca file fortofolio unand, disana harusnya ada.
Cara ini lebih baik. Blog nanda adalah blog populer (juara lomba blog unand…), artinya lebih banyak yang baca tulisan disana dibanding di sini. Kalau anda tidak setuju dengan tulisan saya anda mudah me-counternya dengan tulisan di blog anda yang mempunyai pembaca lebih banyak.
TAPI, kalau anda tidak mampu melakukan hal tersebut anda dan berkomentar tanpa bukti dan nettiquete diblog ini, semakin banyak yang akan mentertawakan anda
Keciiiiiian deh……Nanda yang pintar tapi salah asuhan.
Makanya jangan maen di depan komputer aja…begaul kek ka tangah urang rami…supaya agak segar pangana tu.
Bismillahirrahmanirrahim…. ^^
Pesan saya:
1. Bertengkar itu tidak baik.
2. Salah ataupun ga pantas, berhasilnya Unand #8 webometrics = kita patut dan musti menghargai kerja keras Civitas Academica Universitas Andalas dan Tim Webometrics. INGAT!
3. Jikalau dalam proses pencapaian prestasi Unand ada yang kurang baik atau tak patut,kita jadikan itu koreksi dan berusaha merubahnya.
4. UNTUK KEDJAJAAN BANGSA
Alhamdulillah.. ^^
@ Yeah,
1. Bertengkar tidak baik. Kalau untuk mencari kebenaran harus bertengkar, apa boleh buat.
2. Oh iya harus dihargai, tanpa melupakan kesalahan2 yang telah terjadi. Kalau tidak maka kita tidak pernah belajar.
3,4 urus sndirilah…udah #8 ini
Untuk Yeah Mahasiswa, Bukannya unand itu ranking 6 di Indonesia. Lihat aja di web ini …
http://repositories.webometrics.info/toprep.asp?offset=150
kok dibilang ranking 8 di indonesia, aq bingung jadinya
Periksa aja http://repository.unand.ac.id/view/divisions/
jumlah tulisan cuma ribuan kok bisa bisanya ranking 192 dunia ?
ku maha atuh…
Bagaimana ini Ujang, jang kundua, vanadam, didit, nanda ? kasih dong analisisnya.
hmm… saya pikir itu hanya untuk repository saja. Coba periksa Gunadharma di peringkat 172, http://repository.gunadarma.ac.id:8000/view/subjects/, jumlah entrinya ‘cuma’ 544, lebih sedikit dari Unand tapi rangkingnya lebih bagus.
Untuk Unand yang nomor 8, coba cek di http://www.webometrics.info/rank_by_country.asp?country=id&zoom_highlight=indonesia. Metoda perhitungannya sama (S, V, R, Sc), tapi ini untuk keseluruhan website. Untuk kedua rangking webometrics tersebut, Visibility porsinya 50%, sehingga semakin inlinks, peringkatnya semakin bagus meskipun ukuran (size) sama.
Ujang.. aq coba lihat ITB http://digilib.itb.ac.id/
jumlah tulisanya puluhan ribu, kok ranking 607 dunia… repository unand isinya 6000-an tapi ranking 192 dunia. Inlink ITB jauh lebih tinggi dari unand. Padahal porsi inlink 50 %. Kok bisa gitu ?
Tapi kalau undip memang hebat, ranking 2 indonesia, setelah ITS. Inlink ITS 54.000, Undip hanya 39.000, unand 81.000, ITB 123.000. Inlink terkecil undip tapi, tetap nomor 2 di indonesia. Gimana ujang ?
Universitas Negeri Malang (inlink 206.000) dan Universitas Andalas (inlink 81.000), sebagai universitas kecil di Indonesia (maaf, saya ngak pernah dengar universitas ini sebelum ini) menggunakan Inlik untuk masuk ke 10 besar Indonesia. Tahun depan apa masih mampu masuk 10 besar Indonesia ? kecildeh kemungkinannya.
ha ha ha ha…
eh.. gimana supaya inlink kita jadi besar ?
@U-Yeah: ha…ha…gak kebalik nih? Harusnya saya yang nanya apa rahasia Undip (Diponegoro ya?) dengan inlink yang lebih kecil, dari tahun lalu sudah diposisi 11, tahun ini diposisi lima. Bagi dong ‘rahasianya’…
kita lihat lagi perkembangan rangking webo ini di edisi Juli tahun ini.
ujang coba check scholar unand di google scholar… sudah turun jauh kayaknya.. apakah karena sering mati lampu ??
http://scholar.google.com.my/scholar?q=site%3Aunand.ac.id&hl=en&btnG=Search&as_sdt=1%2C5&as_sdtp=on
dan saudara kandungnya berada didekatnya
http://scholar.google.com.my/scholar?hl=en&q=site%3Apolinpdg.ac.id&btnG=Search&as_sdt=0%2C5&as_ylo=&as_vis=0
bagaimana dengan rangking Juli 2011,.. penasaran juga….
@pnp: saya tidak yakin listrik mati menjadi sumber penyebab turunnya google scholar. Search engine akan terus menerus me-index sebuah website, jadi mati lampu bukanlah sebuah persoalan.
Kenapa turun? Alasan logisnya mungkin content berhubungan dengan scholar sudah berkurang.
Alasan lain yang masuk akal juga adalah berubahnya algoritma pencarian google beberapa bulan lalu.
Tapi, saya agak yakin ‘mati lampu’ akan menjadi salah satu kambing hitam bila peringkat turun di versi bulan depan
@ujang : agak aneh juo kalau awak perhatikan… pada saat saat saya berikan comment beberapa hari yang lalu.. Nilai unand yang ditemukan adalah 173 result sedangkan PNP ditemukan 171 result… hari ini unand ditemukan hanya 115..
apakah unand sengaja membuang file scholarnya… atau setinggan web..
yang pasti pas ujang membuat postingan ini nilai scholar unand di google adalah 3.740 kenapa sekarang 115… kalau seperti ini rangking unand sepertinya akan terlempar lagi dari 50 besar indonesia ujang…
ditunggu postingan barunya… berkenaan ini..
sepertinya unand hanya memang butuh peringkat tp tidak peduli dengan kualitas dirinya sendiri..menghalalkan segara cara demi sebuah kebanggaan yang sebenarnya belum pantas utk disandangnya…kita lihat saja hasilnya bulan Juli ini,,silakan lihat di situs berikut
http://galuhristyanto.web.id/web-ranking-universitas-di-indonesia-juli-2011-4icu-org/
unand ada di ranking 27,,jadi jangan ngotot lagi ya,,benahi saja moral para petingginya dulu, baru urusi soal webometric..
Yang baru neh http://galuhristyanto.web.id/ranking-atau-peringkat-universitas-di-indonesia-update-juli-2011-webometrics/. Masih anget-angetnya.
@galuh: webometric versi juli kan sudah keluar 2 hari yang lalu. Ini posting di blog saya:
http://unand.wordpress.com/2011/07/30/peringkat-unand-di-webometrics-july-2011/
Wah, berarti saya keduluan.
Gw ga kuliah di Unand, tapi setelah gw baca postingan ini, gw setuju dengan pendapat yang ada di postingan ini. Emang ga sepantasnya Webometrics dijadikan acuan peringkat universitas di dunia karena mengukur sebuah peringkat itu ga bisa cuma sekedar dari data pdf yang disimpan atau karena banyaknya orang-orang yang mengunjungi situs universitas yang bersangkutan, tetapi memang seharusnya diukur dari:
1. Kualitas Penelitian (Research Quality)
2. Kesiapan Kerja Lulusan (Graduate Employability)
3. Pandangan Internasional (International Outlook)
4. Kualitas Pengajaran (Teaching Quality)
Aku bukan warga Unand, aku appreciate terhadap blog ini. Karena adanya kesadaran 1 terhadap yang lain untuk membangun almamaternya sendiri. Semoga Unand lebih baik, dan pembenahan untuk lebih terdepan.
Perbanyak hubungan dengan universitas lain untuk tingkatkan silaturahmi.
Tetapi, saya cukup respon terhadap mas nanda yang mempunyai loyalitas tinggi terhadap almamaternya, itu baik, pertahankan loyalitas itu. Tapi ingat bukti terhadap kebenaran untuk menunjukkan loyalitas individu itu akan menjadikan lebih baik.
Sekian.