
Pak Prof dosen saya yang baik,
Saya salah satu penggemar kuliah bapak, saya sudah ikut tiga kali dalam tiga tahun kuliah bapak secara berturut-turut. Tapi saya bukan tertarik dengan kuliahnya bapak, tetapi terpaksa karena karena saya tidak lulus-lulus dikuliah tersebut.
Ketika saya ikut kuliah bapak, hampir sebagian besar saya terkantuk-kantuk di belakang. Kuliah yang dua puluh sks per semester dan beberapa praktikum membuat otomatis jam tidur saya menjadi berkurang. Saya selalu berusaha hadir disetiap perkuliahan bapak karena ada persyaratan minimal kehadiran. Walau pun agak ngatuk saya usahakan agar tetap fokus mendengar kuliah bapak. Tapi sangat berat pak. Suara bapak tidak terlalu jelas terdengar di barisan belakang – ‘penggemar’ kuliah bapak sangat banyak’ – sayup-sayup terdengar. Lebih berat lagi melihat kuliah bapak yang tersaji di OHP, dengan tulisan yang sama sukarnya saya baca dengan yang ada di papan tulis. Belum lagi cahaya OHP yang kalah pamor dari matahari siang yang terik. Tidakkah bapak pernah terpikir untuk memakai proyektor, infocus, yang telah disediakan jurusan di setiap ruangan? Nanti bisa saya ajarkan cara membuat powerpoint tersebut.
Kemudian bapak cuma mengasih beberapa fotocopy beberapa bahan dan judul buku. Judul buku yang tidak saya jumpai di perpustakaan. Saya sudah berusaha mencari bahan tambahan dengan minta ke mbah gugel; eh maksud saya cari di internet dengan google.com.
Yang menyedihkannya adalah waktu ujian pak. Kenapa tidak nyambung antara kuliah dikelas, buku dan soal ujian? Di kelas bapak ngajar A, suruh baca buku B tapi malah muncul soal C? Bagaimana saya bisa lulus pak? Atau bapak bangga dengan banyaknya yang tidak lulus dikelas bapak dan disebut sebagai seorang dosen killer? Saya tidak mau mencontek pak, karena kalau saya lulus nanti dan bekerja, hasil pekerjaan saya akan dipakai masyarakat umum. Mencontek akan berbahaya. baidewei, apakah kebutuhan saya kerja nanti nymabung dengan kuliah bapak?
Sekian dulu pak, itu yang bisa saya tulis di halaman lembar jawaban ujian bapak ini. Sampai ketemu tahun depan di kelas bapak lagi. tahun ke empat. Sebuah record! Jangan repot-repot cari tahu siapa saya karena saya tidak isi absen dan tidak isi identitas nama dan no bp di lembar ini.
Salam,
penggemar kuliah
wkwkw.. dosen parah tuh… bukan dosen payah lagi
suratmu sudah dibaca nak.. teruslah berjuang!
ha..ha…, ada yak dosen macam gitu?, gelarnya ituloh PROF, gak nahan ngakak bacanya.
kasihan dirimu jang…, bisa-bisa kau tua di kelas. wakakak kakak